Halaman

Jumat, 24 Agustus 2018

Mahasiswa KKN Unikama Bekerjasama dengan Kelompok Tani dalam Pembuatan Pupuk Kompos


Mahasiswa KKN Unikama Bekerjasama dengan Kelompok Tani dalam Pembuatan Pupuk Kompos

(Malang, 30/07/2018). Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program yang biasa diikuti oleh mahasiswa Unikama saat menempuh Semester 7. Saat ini mahasiswa Unikama yang berjumlah 37 orang ditempatkan di Desa Ampelgading Kecamatan Tirtoyudo. Mereka tidak hanya dari satu fakultas saja melainkan dari beberapa fakultas. Mereka ditempatkan di desa tersebut mulai tanggal 16 Juli sampai dengan 27 Agustus 2018.
Jumlah penduduk di Desa Ampelgading terbilang lumayan banyak dibandingkan di desa-desa yang lain yang berada di Kecamatan Tirtoyudo. Sebagian besar warga di desa tersebut bermata pencaharian sebagai petani dan kebanyakan dari mereka mempunyai ternak kambing. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Unikama berinisiatif untuk bekerjasama dengan kelompok tani dalam pembuatan pupuk kompos yang memanfaatkan kotoran ternak kambing. Pupuk kompos terkenal akan kegunaannya sebagai penyubur tanah.
Pada hari Senin (30/07/18) sekitar pukul 08.00 WIB, mahasiswa KKN Unikama diizinkan membuat pupuk kompos di belakang kediaman rumah Bapak Marliadi, selaku ketua Kelompok Tani di desa tersebut. Proses pembuatan pupuk pun lumayan sederhana. "Kotoran kambing dicampur dengan tanah yang sudah dikasih air bakteri, kemudian dihancurkan menggunakan mesin atau secara manual", tutur Pak Marliadi. "Setelah itu, pupuk ditempatkan di karung dan dibiarkan selama 4 hari yang biasa disebut dengan proses fermentasi", lanjut Pak Marliadi. Setelah proses fermentasi, pupuk kompos siap digunakan misalnya untuk mengisi polybag. Berdasarkan pengamatan dari mahasiswa KKN Unikama, sebagian warga Desa Ampelgading memiliki sayuran-sayuran yang ditanam di polybag depan rumah mereka.
Dalam pembuatan pupuk tersebut, mahasiswa KKN Unikama telah menemukan pengalaman baru yang belum mereka temui sebelumnya karena mereka bukan berasal dari fakultas peternakan saja maupun fakultas pertanian. Bagaimanapun, mereka telah bekerja dengan sangat baik serta antusias sehingga proses pembuatan pupuk bisa berjalan dengan sangat lancar.(Dewi)

1 komentar: